Belajar dari Filosofi Air Jangan Filosofi Batu
ciri yang pertama adalah mengalir dengan penuh kelenturan. kelenturan bukanlah kelemahan, kelenturan justru sumber kekuatan. Air yang mengalir disungai dalam keadaan normal tidak memaksa penghalang seperti batu atau batang pohon. Air tetap saja melewatinya tanpa memaksa. ini berarti justru dengan kelenturan air bisa melewati tantangan yang dihadapannya. Yang kedua dari air adalah sifat air laut dan air sumur. yang telah kita ketahui air laut lebih banyak daripada air sungai, karena posisi laut yang berada dibawah. dari sifat itu air mencerminkan ia harus bersikap rendah hati dan melayani bukan sombong dan tinggi hati. Yang ketiga adalah air kolam tenang menjadi cerminan. Jadi kita hendaknya bercermin dari air kolam yang mengajari bahwa kita harus berada dalam ketenangan ketika menghadapi persoalan-persoalan. Yang keempat mengalir menuju tempat yang paling dasar. Artinya tindakan maupun cara berfikir hendaknya kembali kepada tujuan dasar yaitu peduli kepada sesama. dan yang terakhir adalah bergerak naik secara merata, karena jika air dituangkan ke tempat apapun pasti naiknya akan bersamaan.
sedangkan batu, jika 2 buah batu digabungkan dengan 2 batu yang lain hasilnya adalah tetap saja 4 batu yang terpisah. jika kita belajar dalam filosofi batu maka hasilnya adalah sebuah persaingan, pertengkaran, bukannya kesepakatan dan persatuan. bahkan setiap saat bisa menghasilkan percikan api seperti batu tersebut.
